بسم الله الرحمن الرحيم
#23 Ramadhan
ramadhan hampir melabuhkan tirainya.. makin ramai yang beriktikaf di masjid ketika 10 malam terakhir.. bukan sekadar mahu mencari lailatul qadar, tetapi insyaallah, mencari redo Allah..
ruginya andai kita tinggalkan ramadhan tanpa dosa diampunkan.. bukan?
rindu,
sekian lama hati ini terasa sepi
hadirnya cintaMu tatkala ku sendiri
mencari erti hidup dalam lukisan bisu
yang ku ukir dengan rasa asing
layakkah aku merinduiMu??
jaga masamu.. hidup ini dua kali, mati hanya sekali.. jadikanlah matimu, mati yang diredoi..
pada orang yang kita sayang, kita cuba bagi barang yang kita paling suka yang sepastinya kita harap dan tahu, barang itu akan berguna untuknya.. tetapi, tak semua orang pandai menghargainya.. kadang-kadang si penerima itu merasa kita memberi sesuatu yang tidak memberi manfaat dan bukanlah barang yang mereka idamkan dari kita.. mereka kecewa.. mereka mempersoalkan..
apa kita rasa?? kecewa?? sedih?? namun, kita tetap tersenyum.. bukan?? kita tak tahu bagaimana hendak menjelaskan.. kita biar mereka belajar sendiri.. menilai sendiri.. tak semua benda yang baik, kita terus nampak..kadang2 ambil masa yg lama.. dan kita terus menunggu mereka menjadi dewasa.. atau mungkinkah kita terus marah-marah? menjelaskan tindakan kita? dan mengatakan betapa mereka tidak bersyukur, tidak faham..??
bagaimana jika kita andaikan si pemberi itu ialah Allah?
Allah bagi apa yang kita perlu, bukan apa yang kita nak.. dan kita terus mengeluh.. kadang2 mempersoalkan..kita cakap Allah tak adil.. tanya diri sendiri dulu, sejauh mana kita adil kepada Allah??
sejauh mana kita ingat Dia tatkala susah senang kita?
Maha Pemurahnya Allah pada hambanya..
Ya Allah,
andai nikmat itu bisa membuatku jauh dariMu
beriku rasa cinta dalam kasihMu
biarpun derita itu jauhnya berbatu
cinta itu datangnya dari hati
andai ia kukuh dalam diri
ibadah bukan lagi satu bebanan :)
“Sesungguhnya kami telah menurunkan Al Quran pada malam Al Qadar dan tahukah kamu apa yang dimaksud dengan malam kemuliaan (Al Qadar) itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahterahlah (malam itu) sampai terbit fajar. “ (QS.Al Qadr ayat 1-5)
p/s: cuba anggap malam-malam kita seperti malam lailatul qadar. justeru, apakah amalan kita masih di tahap biasa?
No comments:
Post a Comment